Pohon Jabon Peluang Usaha Investasi Menguntungkan Pohon Jabon Peluang Usaha Investasi Menguntungkan

Posted by Writer Tuesday, March 19, 2013 0 comments
Pohon Jabon Peluang Usaha Investasi Menguntungkan Pohon Jabon Peluang Usaha Investasi Menguntungkan - Pohon Jabon Anthocephalus cadamba.Pohon Jabon adalah peluang usaha dan investasi menguntungkan, merupakan tanaman bahan baku industri yang sangat berkualitas bahkan jika dibandingkan dengan tanaman/pohon albaziah atau sengon. yang saat ini masih merupakan bahan baku dasar yang umum digunakan pada industri-industri kayu olahan, seperti: plywood, blockboard, particle board, hingga peti kemas.
Dibandingkan dengan jenis-jenis kayu yang lain, kayu jabon merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat, berbatang silinders dan lurus, kayunya berwarna putih kekuningan tanpa terlihat serat, yang sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian.
pohon jabon investasi menguntungkan
Pohon Jabon usia 5-7 tahun
Jabon Antocephalus Cadamba Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :Ketinggihan 10-2000m dpl, Curah hujan 1250-3000m/th, Perkiraan suhu 100 C 400 C, Kondisi tanah dengan PH 4,5 7,5.

Jabon Anthocephalus cadamba Merupakan satu diantara jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 1000 m dpl.

Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albazia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:
1. Diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th
2. Masa produksi jabon yang singkat hanya 4 5 tahun
3. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
4. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri self pluring.

Bentuk Kayu Jabon

Kayu jabon Anthocephalus cadamba lebih bagus daripada kayu lainnya, tekstur lebih halus, bentuknya silinder lurus, berwarna putih kekuningan dan tidak berserat, batang mudah dikupas, lebih mudah dikeringkan atapun direkatkan dan tidak cacat, Arah serat terpadu, permukaan kayu mengkilap, kayu jabon juga sudah terbukti keawetannya atau daya tahannya.

Batang Jabon

Ciri dan karakteristik batang jabon adalah : Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah.

Keunggulan Jabon Antocephalus Cadamba

Jabon memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu rimba lainnya. Selain daya tumbuhnya yang sangat cepat, tingkat kelurusannya juga tinggi, berbatang silinder dan cabang yang ada pada masa pertumbuhan akan rontok dengan sendirinya ketika pohon meninggi. Sifat ini menguntungkan karena tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis playwood, mebeler, bahan bangunan non kontruksi, maupun kayu gergajian, tanaman Jabon menpunyai usai optimal berkisar 12 tahun tetapi pada usia 6 8 tahun sudah dapat di tebang 30 up.

Penanaman dan Perawatan Jabon

Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya, dan tergolong tanaman yang tahan terhadap hama penyakit.

Pertumbuhan Jabon

pertumbuhan Jabon sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon albazia, Jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Sejauh ini jabon bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.

Nilai Ekonomi Jabon

Budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 5-6 tahun dengan asumsi harga terendah dan batang terkecil, pada setiap batang jabon diperoleh Tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12 m Diameter batang rata-rata 40 hingga 50cm   maka tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,- Jadi harga 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000.

Pemasaran Log Jabon

Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis playeood.meubelair dan bahan bangunan non kontruksi, sehingga dalam pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan kami telah melakukan kerjasama dengan industri kayu lapis yang siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.

Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :

1.middle 30-39 Rp 1.000.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000
Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang tinggi, sedangkan penyediaan kayunya semakin terbatas.

Industri Yang Menyerap Kayu Jabon

banyak sekali penyerap kayu jabon diantaranya kayu lapis, industri mebel, pulp, mainan anak-anak, peti buah, alas sepatu, korek api, tripleks, mebel, bahan bangunan non konstruksi, dan banyak lagi yang lainnya. kayu jabon juga mudah dibuat vinir dengan sudut kupas 920 ketebalan 1,5 mm.

Peluang Investasi Jabon

Menanam jabon bagaikan menanam emas, sebab kebutuhan kayu akan terus meninggi, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, harga kayu jabon akan semakin meningkat terus.

MENGAPA MEMILIH SEKTOR PENGEMBANGAN KAYU MENGAPA MEMILIH SEKTOR PENGEMBANGAN KAYU

Posted by Writer 0 comments
MENGAPA MEMILIH SEKTOR PENGEMBANGAN KAYU MENGAPA MEMILIH SEKTOR PENGEMBANGAN KAYU - Adanya industri yang bertujuan menyediakan barang dan jasa, menyebabkan timbulnya aktivitas ekonomi dan penyebaran pertumbuhan. Hingga saat ini pengembangan industri Indonesia masih dalam tahap awal, namun diyakini bahwa Indonesia memiliki kemampuan yang besar untuk mengembangkan industrinya
yang berdaya saing kuat dengan berbagai peluangnya, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Dalam konteks industrialisasi di Indonesia, industri kayu memiliki peluang untuk dapat dikembangkan, mengingat Indonesia memiliki keunggulan komparatif berupa tersedianya lahan yang luas untuk menyediakan bahan baku kayu sebagai sumber daya alam dari hutan tanaman. Industri kayu mempunyai potensi yang kuat dari sisi internal supply serta sebagai salah satu unsur dalam pilar industri agro.

Pembangunan wilayah dapat direpresentasikan eksistensi sektor dan biasanya suatu wilayah yang memiliki keuntungan lokasi (location economies) akan menjadi pusat pertumbuhan (Adisasmita, 2005: 33). Kemampuan inti wilayah untuk menyebarkan pertumbuhan tersebut tergantung pada multiplier effect yang berhubungan dengan faktor-faktor input-output dari inti tersebut. Namun demikian, perlu diingat bahwa ketersediaan sumberdaya alam seringkali terbatas meskipun sumber daya tersebut termasuk yang dapat diperbaharui. Clawson & Sedjo (1982) mengingatkan bahwa ketersediaan sumber daya hutan dan jaminan manfaat jangka panjang tergantung pada tindakan saat ini dan yang akan datang. Permasalahan utama industri perkayuan adalah terjadinya penurunan produksi kayu, sehingga terjadi kekurangan pasokan bahan baku bagi industri. Akibat kesenjangan supply dan demand yang paling ekstrim adalah berhentinya operasi industri kayu. Dampak terjadinya penurunan pasokan terhadap ekonomi nasional dapat dilihat dari adanya kecenderungan menurunnya kontribusi kehutanan yang tercermin dari menurunnya nilai PDB sektor kehutanan (Gambar). Departemen Perindustrian (2005) juga mencatat. bahwa penurunan ekspor barang-barang kayu pada periode tahun 2001 – 2005 sebesar 1,7%.


NILAI EKSPOR DAN PDB PRODUK KAYU NASIONAL SAMPAI TAHUN 2003
Sementara terjadi penurunan peranannya saat ini, industri perkayuan tetap menjadi salah satu komponen pilar industri dalam bangun industri Indonesia di masa mendatang. Hasil analisis pengukuran daya saing terhadap industri yang sudah berkembang di Indonesia yang dilakukan oleh Departemen Perindustrian (2005) menempatkan industri kayu dan mebel/furnitur termasuk kelompok industri padat sumber daya alam yang prospektif dan terus akan dikembangkan di
masa mendatang serta berpotensi ekspor.

Pasar furnitur internasional pada tahun 2006 diperkirakan bernilai sekitar 66 milyar dolar Amerika, di mana Indonesia menguasai hanya 2 persennya. Pada tahun 2007 permintaan diperkirakan akan tumbuh antara 5 sampai 7 persen. Cina dan Italia saat ini menjadi pemasok pasar global terbesar dengan nilai ekspor gabungan sekitar 9,3 milyar dolar Amerika.Sudah jelas bahwa bahkan di Asia Tenggara, Indonesia teringgal di belakang negara-negara tetangga Malaysia dan Vietnam. Banyak kalangan mengatakan situasi ini diakibatkan oleh meningkatnya hambatan-hambatan operasional yang mengikis daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara penghasil lainnya. Kenaikan harga bahan bakar terakhir, rata-rata sekitar 126 persen, mendorong biaya operasional naik 25 persen, dan dengan adanya usulan kenaikan tarif listrik untuk industri diperkirakan biaya akan naik sekitar 20 persen lagi. Naiknya biaya operasional telah mendorong kenaikan harga eceran dan ini berarti Indonesia beresiko kehilangan pangsa pasar global. Diperkirakan pasar hanya akan mentoleransi kenaikan pada biaya pemrosesan maksimal 6 persen. Di pasar domestik, para produsen furnitur semakin kalah bersaing dengan barang-barang Cina. Menurut data ASMINDO, total impor furnitur meningkat sekitar 78 persen tahun lalu. Produksi furnitur kayu di tahun 2004 mencapai 2.483.067 meter kubik, namun di tahun 2005 turun menjadi 2.330.389 meter kubik dan di tahun 2006 menjadi 2.258.882 meter kubik. Industri furnitur Indonesia sangat bergantung kepada kayu sebagai bahan baku dengan kebutuhan pertahun mencapai 4,5 juta meter kubik. Meskipun Indonesia adalah produsen kayu terbesar kedua di dunia, industri ini menghadapi kekurangan bahan baku.

Selain Hutan Amazon di Brasil, Indonesia dikenal sebagai Paru- Paru Dunia , itu dikarenakan Hutan di Indonesia merupakan salah satu penyumbang terbesar suplai Oksigen(O2) dan apakah anda tahu hutan di negara indonesia sudah sangat kritis, coba anda tengok pulau Jawa dan Sumatra, berbagai macam ekspansi Manusia sperti penebangan Hutan, proyek transmigrasi, pembukaan lahan, sampai proyek pemukiman baru, dan tak hanya itu coba anda tengok juga pulau Papua dan Kalimantan..

sebagai gambaran ini , kondisi pulau Kalimantan dari tahun 1950-an

Gambaran diatas hanya sebagian kecil dari seluruh hutan yang ada dibumi ini. diluar Indonesia masih banyak lagi hutan sudah mulai terkikis bahkan menjadi Gurun baru.
Nah Kembali dari diri anda sendiri, apakah anda sudah menerapkan Go green di kehidupan anda, bukankah lebih baik 1 Manusia dibumi ini yang memulai duluan daripada tidak ada sama sekali yang memulai?


PERBANDINGAN KAYU JABON DAN SENGON
Kalau dilihat dari sistematika klasifikasi tumbuhan dalam botani, kedua jenis tumbuhan ini (jabon & sengon) berbeda jauh hubungan kekerabatannya, sehingga hampir dipastikan tanaman ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal kenampakan/ kergaan fisik pohon, respon tanaman terhadap lingkungan, sifat fisik kayu dan sifat fisiologis pohon. Perbedaan-perbedaan ini tentunya tidak bisa dibandingkan secara mutlak antar keduanya.

Hal yang menarik perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:



Dengan selisih umur kurang lebih 2 tahun lebih 2 bulan jabon memiliki ketinggian yang sama dengan sengon yang sudah berusia kurang lebih 3 tahun. Itu sebabnya kami mengajak bagi para investor/petani yang dulu mengembangkan tanaman sengon untuk mengganti mengembangkan tanaman jabon, karena jabon jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan sengon/albasia.
Tidak semua kayu lunak sejenis/segolongan kayu jabon dapat digunakan sebagai mebel dengan ornamen ukir-ukiran seperti yang dapat dilakukan pada kayu jabon itu sendiri semisal contoh kayu sengon, kayu sengon sekalipun mungkin dapat diukir kami yakin tidak akan pernah mendapatkan hasil seperti halnya kayu jabon bahkan mungkin tidak akan pernah bisa!. Kayu Jabon selain diukir juga dapat menerima pewarna kayu dengan sempurna tidak ubahnya kayu keras semisal jati dan mahoni. Secara penampilan hasil olahan dari kayu jabon yang di jadikan mebel tidak kalah dengan hasil ukir-ukiran dari kayu keras lainya dan dari segi kekuatan kontruksi mebel juga tidak diragukan lagi.
Akhirnya dengan penjabaran di atas, maka I-GIST lebih memilih Kayu Jabon sebagai komuditas utama yang dikembangkan.

KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN DUNIA KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN DUNIA

Posted by Writer 0 comments
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN DUNIA KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN DUNIA - Sejalan perkembangan jaman dan teknologi, prinsip dasar konservasi kuno (perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan) semakin berkembang. Pada tahun 1084 M. Raja William Inggris memerintahkan penyiapan The Domesday Book yaitu suatu inventarisasi hutan, tanah,m daerah penangkapan ikan, areal penangkapan ikan, areal pertanian, taman buru dan simber daya produktif yang digunakan sebagai dasar perencanaan rasional bagi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada bagi pembangunan Negaranya.

Keadaan Alam dan Ekosistim
Dunia dalam segala sumber daya alamnya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia. sumber daya alam hayati dan non hayati apabila dimanfaatkan secara terus menerus tanpa ada pengelolaan yang baik akan berkurang. Seiring laju pertambahan penduduk, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut tersedianya sumber daya alam yang lebih banyak.
Dengan kondisi tersebut maka pada tahun 252 SM, Raja Asoka secara resmi mengumumkan perlindungan satwa ikan dan hutan. Peristiwa ini merupakan contoh yang sekarang disebut dengan konservasi (perlindungan terhadap sumber daya alam). Pada masa itu konservasi hanya diartikan sebagai perlindungan. Pelestarian dan pengawetan sumber daya alam (prinsip konservasi kuno).
Sejak itu lahir konsep konservasi modern dalam pengelolaan sumber daya alam. Konsep ini pada hakekatnya adalah gabungan dua prinsip konservasi kuno yang telah ada. Pertama kebutuhan untuk merencanakan pengelolaan sumber daya alam yang didasarkan pada inventarisasi akurat; kedua, melakukan tindakan perlindungan untuk menjamin agar sumber daya alam tidak habis. Konsep koservasi modern berkembang sampai saat ini, dimana pada kawasan konservasi sudah dirancang dan dikelola secara tepat terbukti memberikan keuntungan yang lestari (kelestarian hasil dan kelestarian sumber daya alam)
Indonesia Negara kepulauan terletak diantara benua Asia dan Australia yang bertanaha subur, beriklim tropis, alamnya yang indah dan kaya akan daya dukung alam yang ada dalam sungai, laut, danau, gunung dan hutan.
Kawasan hutan seluas yang terus disempurnakan, di antaranya merupakan hutan lindung seluas 30,7 juta Ha; hutan produksi 64,3 juta Ha; dan kawasan konservasi 18,8 juta Ha yang didalamnya tersimpan keanekaragaman jenis flora fauna serta ekosistem dan keanekaragaman genetic.
Pemanfaatan flora fauna di Indonesia sudah sejak lama dilakukan, sampai saat ini penduduk Indonesia telah memanfaatkan sekitar 6.550 jenis dari bakteri sampai pohon besar. Penggunaan tersebut di antaranya sebagai tumbuhan obat 940 jenis, tumbuhan sayur-sayuran 340 jenis, buah 400 jenis, rempah-rempah 54 jenis, kayu perdagangan 267 jenis dan sebagainya. Jenis-jenisyang sudah dimanfaatkan ini masih belum diketahui sifat tumbuhanya, kegunaanya serta belum digali potensinya.
            Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity yang kaya akan keanekaragaman flora maupun fauna, beriklim tropis, bertanah yang subur, alam yang indah, dll. Pemanfaatan kekayaan alam tersebut telah dilakukan sejak dahulu kala sehingga sadar ataupun tidak sadar telah terjadi kemerosotan SDAHE. Sementara jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah sehingga membawa pengaruh pada peningkatan kebutuhan pangan, sandang, papan, kualitas hidup, pembangunan, dll. Eksploitasi hutan secara besar-besaran, perladangan berpindah, konversi hutan untuk peruntukan lainnya telah berdampak negative pada pelestarian SDAHE bahkan telah terjadi degradasi jumlah maupun jenisnya. Peter H. Raven seorang botanikus (USA) telah mengamati bahwa hilangnya satu jenis pohon akan diikuti hilangnya 10 – 30 jenis satwa yaitu insekta, hewan besar dan jenis-jenis lainnya.

Pengertian Konversi
Departemen Kehutanan Republik Indonesia pada Tahun 1985 dan 1990 telah menerbitkan kamus kehutaan umum yang antara lain mencakup pengertian konservasi. Konservasi diartikan sebagai upaya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dengan berpedoman pada asas pelestarian.
            Sumber daya alam adalah unsure-unsur hayati yang terdiri dari sumber daya alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (hewan) dengan unsur non hayati disekitrnya yang secara keseluruhan membentuk Ekosistem.
            Menurutx Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatanya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan dan ketersediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keaneka ragaman hayati dan nilai yang ada didalamnya.

Kebijakan Pemerintah dan Dunia
a.    Menurut Menteri Kehutanan, Bpk. Zulkifli Hasan, SE, MM
“Bapak Presiden sudah mencanangkan sejak 3 tahun yang lalu, bahwa Indonesia akan menurunkan emisinya oleh kemampuan kita sendiri, sekurang-kurangnya 26 % pada tahun 2020
Bahkan bisa 41 % kalau dengan dukungan dunia Internasional. Program dari Kementrian Kehutanan :
1. Stop penebangan hutan liar baik resmi atau tidak resmi
2. Lahan gambut seberapa dalamnya harus stop tidak boleh lagi dikonversi, tidak boleh lagi dialihfungsikan, karena gambut ini akan memberikan emisi yang tinggi,
3. Melakukan penanaman besar-besaran.
4. Industri kayu yang berbasis hutan tanaman harus tetap dikembangkan”


b.    Kebijakan Dunia akan REDD+

Reducing Emissions from Deforestation and Degradation in Developing Countries (Pengurangan Emisi dari Penebangan dan Pengrusakan Hutan yang terjadi di Negara-negara berkembang)
    REDD sendiri adalah sebuah program bagaimana mengurangi emisi dari penebangan dan pengrusakan hutan yang terjadi di Negara-negara berkembang. Kenapa progam ini sangat penting bagi dunia? Karena setiap pengrusakan hutan & penggunaan kendaraan bermotor dan kegiatan industry yang terjadi dapat meningkatkan kadar CO2 di udara.

Apabila dunia tidak perduli terhadap ini maka bisa diperkirakan pada tahun 2020 nantinya akan merupakan waktu yang sangat kritis bagi dunia, karena apabila dibiarkan pengrusakan hutan dan penebangan hutan secara terus menerus diperkirakan pada tahun 2012 hutan dunia yang melindungi ekosistem tidak bisa dipulihkan kembali.
Mengapa hutan tropis sangat penting bagi bumi? Karena ternyata di dalamnya memiliki 50% dari seluruh satwa yang hidup, dan bisa menghasilkan manfaat yang sangat vital bagi dunia seperti menghasilkan hujan yang dapat mendinginkan bumi.

Dan hampir 1,4 milyar penduduk di dunia sangat tergantung atas keberadaan dan kelestarian hutan tropic ini.
Bagaimana program REDD+ ini bekerja? Negara-negara industry yang berkembang banyak memproduksi karbondioksida (CO2) melalui industry.

Melalui lembaga REDD+ ini mereka memberikan sumbangan atau dana kepada Negara-negara yang sedang berkembang yang masih memiliki hutan tropis untuk dilestarikan. Karena yang terjadi saat ini Negara-negara industry yang berkembang banyak melakukan penebangan hutan untuk income mereka. Akibatnya yang terjadi adalah setiap 4 detik mereka akan kehilangan hutan seluas 1x lapangan sepak bola.


Siapa yang mendapatkan sumbangan dana dari REDD+ tersebut? Yang mendapatkan sumbangan adalah Negara yang terus menerus menurunkan / mengurangi pengrusakan dan penebangan hutan secara liar ditambah Negara yang terus menerus mengembangkan dan melestarikan hutan tropis dengan jumlah yang besar  (luas). Salah satu Negara yang memiliki hutan tropis terbesar di dunia adalah Indonesia.


Berangkat dari kebijakan di atas, maka semakin jelaslah kalau Program I-GIST ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah dan Dunia.

Peluang Industri kayu berbasis hutan tanaman
Masih menurut Menteri Kehutanan Bpk. Zulkifli Hasan, SE, MM , Kementerian Kehutanan targetkan penggunaan kayu berbasis hutan tanaman mencapai  80% dalam industri kayu nasional pada 2014.

Sisanya, 20% dari hutan alam. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan target ini dapat tercapai dengan cara meringkaskan prosedur sertifikat bahan baku kayu.

"Saya minta Sekjen dan Dirjen di Kemenhut membantu bisnis seperti ini dalam meraih cepat sertifikat. Dapat disuarakan di forum internasional," kata Zulkifli usai kunjungan kerja di PT Sumber Graha Sejahtera di Tangerang, Banten, hari ini.

Cara lain, industri kayu berbasis hutan tanaman harus berdiri di 33 provinsi di Indonesia. Zulkifli menjelaskan banyak manfaat dari penggunaan kayu hutan tanaman. Manfaat itu yakni besarnya peluang bagi investor memanfaatkan hutan tanaman.

Data Kemenhut menunjukkan hingga 2010 pemenuhan bahan baku dari hutan tanaman sekitar 31,99 juta m3, naik 9,9% dibandingkan 2009 yang mencapai 28,82 juta m3.

Hutan tanaman ini terdiri dari hutan tanaman industri, hutan rakyat, kayu perkebunan, dan Perhutani. Adapun, hutan alam hingga akhir tahun lalu sekitar 5,3 juta m3, turun 4,33% dari tahun 2009 yang menyentuh angka 5,54 juta m3. Kegunaan lain, hutan tanaman dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar hutan.

"Rakyat yang menanam, diolah, kemudian diproses di pabrik. Kita harus kembangkan industri seperti ini di tanah air," tutur Zulkifli.

Direktur Bina Usaha Kehutanan Kementerian Kehutanan Iman Santoso mengatakan Indonesia ke depannya akan lebih siap memenuhi permintaan kayu dunia. Apalagi, Indonesia sudah memiliki sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK). Mulai 2013 industri kayu di Indonesia sudah harus memegang SVLK.

Fakta Lain Mengapa Industri Kayu Berbasis Hutan Tanaman Masih Berpeluang Besar
Meningkatnya populasi penduduk menyebabkan peningkatan kebutuhan papan, sandang dan pangan. Kebutuhan papan dan sandang banyak dipenuhi dari bahan baku berupa kayu, sehingga industri kehutanan  yang berbasis kayu semakin berkembang pesat. Namun pada saat ini pasokan bahan baku dari hutan alam sudah semakin menurun, karena overexploitasi maupun bencana alam, sehingga laju kerusakan hutan alam di Indonesia telah mencapai angka 1,08 juta ha/tahun (Departemen Kehutanan, 2007).
Semakin menurunnya pasokan kayu dari hutan alam tersebut memicu berkembangnya keinginan nasional untuk: 1) mengembangkan dan mempromosikan industri-industri pengolahan kayu khususnya pulp dan kertas, dan 2) pengelolaan jenis pohon yang cepat tumbuh dan tegakan –tegakan monokultur,serta harapan yang besar terhadap produktivitas yang tinggi. Hal ini menyebabkan pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) berkembang dengan cepat di Indonesia. Menurut Ahmad (2000),saat ini pemerintah telah memberikan izin pembangunan HTI seluas +/- 7,5 juta ha, akan tetapi realisasi penanaman sampai dengan bulan September 1999 baru mencapai +/- 20.614.208,77 m3.
Walaupun berkembang pesat, namun bahan baku industri juga masih kekurangan bahan bakunya. Pada tahun 2007 pemerintah mengimpor bahan baku kayu sebanyak 104.431,31 m3. Untuk mengatasi kekurangan bahan baku tersebut diperlukan program pembudidayaan kayu secara komersial untuk menghasilkan kayu bermutu dengan nilai yang lebih tinggi.
Sektor kehutanan mampu menciptakan lapangan kerja langsung sebesar sekitar 2,35 juta, ditambah lapangan kerja tidak langsung 1,5 juta. Jumlah penduduk yang tergantung kepada sektor kehutanan, baik langsung maupun tidak, mencapai lebih dari 16 juta jiwa.

Dari sisi stabilisasi makro, sektor kehutanan pernah menjadi salah satu andalan pemasukan devisa (in flow) dalam neraca pembayaran. Kontribusinya mencapai US$ 8-9 milyar, jauh di atas in flow dari utang CGI yang sebesar US$ 3-4 milyar. Dari sisi pembangunan sektoral, kehutanan dan industri hasil hutan mempunyai tingkat keterkaitan sektoral yang tinggi, dengan multiplier output, lapangan kerja dan pendapatan yang di atas rata-rata sektoral. Di sini, sektor kehutanan dan industri hasil hutan hanya kalah dari tekstil, garmen dan industri ban.

Itu semua adalah gambaran sebelum krisis dan pada tahun-tahun pertama pemulihan. Kondisi yang dihadapi sekarang sudah jauh berbeda. Krisis ekonomi membuat banyak perusahaan industri hasil hutan mengalami krisis utang yang serius. Sebagian dari perusahaan-perusahaan tersebut sudah mulai bangkit kembali, terutama industri pulp dan kertas yang berbasis hutan tanaman industri. Namun industri perkayuan, terutama pengolahan kayu keras, masih mengalami kecenderungan kontraktif yang akut.

Sumber permasalahan utama bukan lagi terletak pada faktor-faktor moneter, tapi lebih merupakan permasalahan internal sektor kehutanan. Yaitu, semakin merosotnya stok hutan, sehingga jatuh di bawah ambang lestari yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung industri hasil hutan. Over-eksploitasi di masa lalau melalui rejim HPH, dan rusaknya tatanan hukum dan keamanan di daerah sekitar hutan pada era reformasi dan otonomi daerah, membuat hutan sebagai sumber daya menjadi korban dari over-eksploitasi yang lebih besar lagi.
Sebagaimana terlihat pada Gambar 1 dan 2 berikut, anjloknya stok hutan telah membuat jatah tebangan dan indeks produksi industri turun drastis.
 

Dengan menggunakan tahun 1993 sebagai tahun basis, indeks produksi industri perkayuan pun terlihat masih belum pulih. Hanya industri bubur kertas dan kertas yang menunjukkan indeks di atas 125-140, yang berarti tingkat produksinya sekitar 25-40% di atas produksi tahun dasar 1993. Indeks produksi industri furnitur terlihat anjlok drastis dari 100-140 menjadi sekitar 40 pada tahun 2004. Sementara industri kayu olahan agak sedikit naik, namun tetap di bawah 80.
Jabon merupakan salah satu jenis pohon yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri, baik industri kayu pertukangan, pulp dan kertas maupun veneer. Dibandingkan dengan jenis-jenis kayu yang lain, kayu jabon merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat, berbatang silindris dan lurus, kayunya berwarna putih kekuningan tanpa terlihat serat yang sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian.

Investasi Pohon Jabon

Posted by Writer Tuesday, August 7, 2012 0 comments
Investasi Pohon Jabon

PRODUK KAMI ADALAH PRODUK INVESTASI BISNIS ANTI RUGI

Produk :


ANDA KERJA ATAU TIDAK KERJA ANDA TERPAKSA MENERIMA UANG

  • ANDA MENDAPAT SERTIFIKAT RESMI KEPEMILIKAN INVESTASI ANTI RUGI

  • BISNIS YANG DIDUKUNG PEMERINTAH INDONESIA, PBB DAN DUNIA

BEBERAPA OKNUM PEMERINTAH YANG MENGIKUTI DAN MENDUKUNG INVESTASI I-GIST

Tung Desem Waringin Trainer Motivator no.1 Indonesia

Komandan Kodim Kabupaten Cianjur Bpk. Andi Perdana

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Bapak Ir. I GN WIRANATHA, MM ikut program I-G-IST dari PT. GMN

Kapolres Cirebon, Bpk. Hero Hendrianto telah bergabung di Program I-GIST dari PT. GLOBAL MEDIA NUSANTARA

KASDIM Cirebon Ikut SERTA Program I-GIST

DANDIM KOTA MADIA CIREBON IKUT SERTA PROGRAM I-GIST

DANDIM KUNINGAN IKUT SERTA PROGRAM I-GIST

Ade Rai Ikut program I-GIST dari PT.GMN

Wakil Bupati Sigli-Aceh Bpk. Nazir Adam, SE

Bupati Kabupaten Serang, Bpk.Drs.H.Ahmad Taufik Nuriman, MM.MBA bergabung di Paket I-GIST


PT. GMN (GLOBAL MEDIA NUSANTARA) yang berpusat di Bandung, Jawa Barat meluncurkan program I-GIST. Sebuah program yang menjawab dan akan mengurangi dampak dari Global Warming.


1. Berdiri sejak tahun 2005 dengan usaha berbasis Teknologi Telekomunikasi dan investasi.
2. Didukung oleh infrastruktur sendiri dengan teknologi terdepan.
3. Memiliki kantor cabang dan pelayanan di banyak kota dan kabupaten di Indonesia.
4. LEGALITAS DAN PRESTASI :
  • Mendapatkan Sertifikasi service berstandar Internasional ISO 9001:2008 dari DAS CERTIFICATION yang berkedudukan di United Kingdom.
  • Memecahkan rekor MURI untuk pembuatan 100 website tercepat (kurang dari 30 menit) dan dikerjakan oleh anak-anak SMA (awam terhadap teknologi).
  • Memiliki Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung dari Pemerintah.
  • Memiliki sertifikat EMR Shield dari Korea Far Infrared Association dan California Institute of Electronics and Materials Science.
  • Pemasaran Property tercepat bekerja sama dengan PT.Wahana Bangun.

Menariknya, keuntungan mengikuti program I-GIST adalah untuk :
• Investasi yang menguntungkan
• Penyelamatan lingkungan hidup
• Pemberdayaan Masyarakat
• Pembangunan Daerah dan Nasional

Apa yang dimaksud I-GIST?


I-GIST adalah singkatan dari : International Green Investment System, yaitu sebuah investasi yang unik. Dimana kita akan menginvest`sikan sejumlah dana untuk upaya penyelamatan lingkungan hidup, sekaligus memberdayakan masyarakat, dan Anda bahkan akan mendapatkan untung begitu Anda menjalankan Program I-GIST ini.
Apa yang ditanam di program I-GIST ini?
Mempdrkenalkan Pohon Jabon, apa keistimewaannya?

Mengapa berinvestasi Jabon?

1. Pohon Jabon adalah tanaman kayu penghijauan yang pertumbuhannya tercepat di dunia,dengan pertumbuhan diameter rata-rata 10 cm per tahun dan dapat mencapai ketinggian sampai 25 m , dapat dipanen pada usia 5 (lima) tahun dengan volume kayu + 0,9 m3 /pohon dan jika dijual dapat mencapai + Rp. 1.000.000,- / pohon.

2.Jabon adalah Tanaman Kayu Keras yang cepat tumbuh, Tanaman yang termasuk famili Rubiaceae ini tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1000 meter dari permukaan laut, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat dan aluvial lembab yang yang umumnya terdapat di sepanjang sungai yang beraerasi baik.

3. Jabon adalah jenis pohon cahaya (light-demander) yang cepat tumbuh. Pada umur 3 tahun tingginya dapat mencapai 9 m dengan diameter 11 cm. Pad` usia 5-6 tahun lingkar batangnya bisa 40 sampai 50 cm, diameter Pertumbuhan antara 5-10 cm/tahun. Di alam bebas, pohon Jabon pernah ditemukan mencapai tinggi 45 m dengan diameter lebih dari 100 cm.

4. Bdntuk tajuk seperti payung dengan sistem percabangan melingkar. Daunnya tidak lebat. Batang lurus silindris dan tidak*berbanir dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus. Batangnya bebas cabang sampai 60%,cabang akan rontok sendiri (self purning), warna kayunya putih krem (kuning terang) sampai sawo kemerah merahan. Kayunya mudah dikeringkan, mudah dipaku dan di lem, susutnya rendah.

5. Jabon biasanya dimanfaatkan oleh Industri Furniture, Plywood / kayu Lapis, Batang Korek Api, Alas sepatu, Papan, Peti, bahan kertas kelas sedang.

Keunggulan dan Manfaat

POHON JABON

  • Tanaman kayu penghijauan yang memiliki keunggulan dapat tumbuh diberbagai lokasi dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap hama dan penyakit.
  • Tanaman kayu penghijauan yang menjadi bahan utama industri perkayuan skala besar seperti bahan kayu lapis, bahan kertas, mebel ringan, pencil, korek api, dan lain-lain.
  • Tanaman kayu penghijauan yang aman diinvestasikan karena tidak diminati oleh pencuri kayu karena tidak baik digunakan untuk bahan konstruksi hanya dapat digunakan untuk bahan baku industri yang pdrdaganfannya dapat dikontrol.
  • Pemeliharaan tanaman dapat diintegrasikan dengan program tumpang sari sekaligus memberdayakan masyarakat petani.

  • Daunnya tidak disukai ternak, sehingga tidak perlu khawatir terjadi pencurian daun.
  • Daun jabon akan rontok sendiri, itu akan membuat kayu jabon lurus rata ke atas tidak ada benjolan.
  • Tanamannya tidak dihinggapi tumor karat.
  • Kayu jabon juga lebih banyak manfaatnya dibanding kayu sengon, lebih banyak diserap oleh banyak industri diantaranya kayu lapis, industri meubel, tripleks, pulp, papan, produsen peti buah, Alar sepatu, mainan anak-anak dan korek api.
  • Perawatan lebih mudah.
  • Dapat bertumbuh di berbagai jenis tanah seperti; tanah liat, tanah lempung atau pun tanah berbatu.
  • Pertumbuhan lebih cepat.<$2Fli>
  • Siap panen di umur 4 tahun ataupun 5 tahun.


MENGAPA MEMBUKA / BERMITRA BISNIS I-GIST SANGAT MENGUNTUNGKAN?

1. Program yang dapat ikut menyelamatkan lahan kritis di Indonesia Potensial pengembangan lahan masih terbuka lebar, dengan melihat potensi lahan kritis di Indonesia yang sangat besar
2. Produk yang dipasarkan merupakan perintah dan anjuran dari Tuhan YME, sehingga memasarkan produk ini merupakan dakwah yang bernilai ibadah

Beberapa ayat yang menunjukan perintah ini :
  • Diriwayatjan dari Anas bin Lalik ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "akan dipandang sebagai melakukan sedekah, seorang muslim yang menabur benih dan menanam pohon, kemudian manfaat diambil oleh manusia, burung-burung, atau hewan lainnya". [HR. Al-Bukhori dalam Kitab AL-Muzaro'ah)
  • Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhori dalam Kitab AL-Muzaro'ah (2320), dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)
  • Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka….. anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka QS. An-Nisa (4) :9
Nabi Muhammad saw bersabda:
“Bila kamu tinggalkan ahli warismu kaya, itu lebih baik….. dari pada kamu tinggalkan mereka dalam keadaan miskin dan akan menjadi beban orang lain.” H.R. Bukhari, dalam Bab Jana-iz, No. 1296 dan Muslim, dalam Bab Wasiat, No. 1628

KEUNTUNGAN LAIN MENGAPA BERMITRA DENGAN I-GIST SANGAT MENGUNTUNGKAN

1. Modal kecil (tergolong usaha mikro)
2. Jika franchise tidak jalan, maka dalam 5 tahun modal bisa kembali 3 x lipatnya bahkan lebhh
3. Produk dahsyat dan sedang trend saat ini (seperti dirilis majalahTRUBUS Nov 2011)
4. Produknya menjadi salah satu program dan target pemerintah dan dunia (ProgramGo Green dan Program menanam 1 milyar pohon pertahun)
5. Margin keuntungan sangat tinggi dan bisa mencapai milyaran
6. Waktu flexible, tempat flexible, tidak ada boss
7. Ada sistem IT yang men support, sehingga manajemen bisnis menjadi mudah (siapapun bisa)
8. Produk dan bisnis era masa kini, merupakan bisnisnya 3 orang terkaya di dunia :
  • Carloss Slim Helu (Mexico) di bidang telekomunikasi
  • Bill Gates (USA) di bidang teknologi
  • Warren Buffet (USA) di bidang Investasi

Dengan Bertanam Jabon Maka Akan Mengurangi Dampak Global Warming

Pemanasan global (Global Warming) adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Pemanasan global yang terjadi diakibatkan oleh adanya efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini terjadi karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Ini berkaitan dengan statement sebelumnya tentang banyaknya pohon yang telah ditebang secara li`r oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan hasilnya adalah Bumi yang hijau menjadi gundul, bencana alam dan yang sedang trend saat ini adalah masalah pemanasan global. Berikut merupajan akibat yang ditimbulkan dari pemanasan global:

1) Iklim mulai tidak stabil
Baru-baru ini para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat.

Selain itu, daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, sehingga akan menurunkan proses pemanasan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan. Di samping itu, badai akan menjadi lebih sering. Air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan mdnjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai akan menjadi lebih besar.

2) Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi permukaan laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai.

3) Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman p`ngan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

4) Dampak sosial dan politik
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan langkanya sumber makanan. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian sehingga sering mengakibatkan munculnya penyakit, seperti: diare, malnutrisi, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases atau penyebaran penyakit melalui air. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, penyakit jantung dan paru kronis, serta penyakit berbahaya lainnya.

Sungguh mengerikan memang, dan jika keadaan ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan yang pasti maka hancurlah Bumi ini. Dan lagi-lagi dengan ikut bertanam jabon, Anda ikut berperan serta dalam mengurangi dampak global warming. Semakin banyak bibit yang ditanam, maka akan semakin banyak pohon yang akan mengabsorbsi kenaikan konsentrasi gas CO2. Dan anak-cucu kita juga akan ikut merasakan hasilnya.

Program ini ikut mensukseskan program pemerintah “Indonesia Menanam” dan program penghijauan dunia yang digagaskan oleh PBB

Green Investment Pohon Jabon menjawab pilihan investasi terbaik !!

BAGAIMANA ANDA BISA MENGIKUTI PROGRAM INI

CUKUP Rp 499.000,-

HANYA 1X UNTUK SEUMUR HIDUP DAN DAPAT DIWARISKAN

Anda mendapatkan :

1. Anda memperoleh 2 pohon jabon (Saat ini harga jabon sekitar 1juta sampai 1,6 juta setiap pohon)
2. Anda mendapat DVD dan panduan menjalankan bisnis I-GIST
3. Kartu perdana XL
4. SERTIFIKAT RESMI KEPEMILIKAN POHON JABON

TAMBAHAN KEUNTUNGAN MENGIKUTI PROGRAM I-GIST

1. Setiap penjualan 2 pohon jabon anda mendapatkan Rp 100.000,-
2. Setiap perkembangan yang sama anda mendapatkan tambahan hasil Rp 35.000,- (meskipun bukan anda yang menjualkan 2 pohon jabon) maksimal 12 per hari
3. Anda bisa menjual berbagai produk di PT.GMN dan mendapatkan royalti dari setiap penjualan
4. Anda mendapat perolehan tambahan hasil yaitu bonus duplikasi dari generasi 1 sampai 6 sebesar Rp 1.000,- setiap perkembangan keseimbangan yang sama

ILUSTRASI PEROLEHAN HASIL

Jika setiap hari anda bisa menjualkan 2 pohon jabon dalam 3 hari, maka anda bisa mendapatkan hasil Rp 100.000,- setiap 3 hari sekali. Jika anda setiap hari bisa menjual 2 pohon jabon, berarti anda mendapatkan Rp 100.000,- per hari.

INGAT...!

POHON JABON ANDA TETAP BISA DIPANEN SETELAH 5 TAHUN

BISNIS I-GIST BISA DIWARISKAN TURUN TEMURUN

MESKIPUN ANDA TIDAK MENJUAL POHON JABON, NAMUN POHON JABON ANDA TETAP BISA DI PANEN SESUAI DENGAN HARGA PADA SAAT ITU

Ada juga paket besar untuk investasi pohon jabon, yaitu :


Catatan Pada Investasi Paket Besar : Prediksi Harga Jual Nett di atas merupakan harga perkiraan rendah tiap pohon. Harga akan disesuaikan dengan harga panen waktu itu (bukan sekarang). Padahal Harga jual per pohon sekarang sampai dengan Rp 1.600.000,- per pohon.

Jika Anda ingin mengetahui informasi apapun mengenai bisnis anti rugi ini anda bisa menghubungi 085648553992 atau 087859299220 atas nama M. Andis Wiyanto.
E-mail : andisonline@gmail.com
YM : the_marchal@yahoo.co.id
Office : Jalan Ijen no.79 lantai 2, Malang - Jawa Timur Indonesia